Home
Advertisement Here

Menang Lotre, Mahasiswa Berhenti Kuliah

BEIJING - Seorang mahasiswa di Nanjing, China, memutuskan berhenti kuliah setelah memenangkan lotre senilai USD683 ribu.

Saat diwawancara, mahasiswa tahun kedua Jiangsu Maritime Institute ini enggan menyebutkan identitasnya secara jelas. Ia hanya menyebutkan nama pendek, Yong dengan alasan melindungi identitasnya.

Yong yang merupakan mahasiswa tahun kedua itu berhasil menjadi pemenang pertama sebuah permainan lotere "Double Colour Ball" di sebuah pusat perjudian di China, China Welfare Lottery, pada Selasa, 25 Desember.

"Setelah memenangkan lotre, Yong mengatakan pada teman sekamarnya bahwa ia akan membagi 2 ribu yuan untuk temannya," ungkap salah satu pewarta dari media setempat seperti dilansir Yahoo!, Jumat (28/12/2007).

Lalu, Yong memberitahu hal ini pada pihak kampus dan kemudian dia pulang ke kampung halamannya. "Kami tidak yakin dia akan kembali lagi kuliah tapi kami berharap dia akan melajutkan dan menyelesaikan pendidikannya," ujar guru Yong.

Berbicara mengenai lotre, di tahun 1949 saat partai komunis berkuasa di China lotre dihapuskan dan dilarang berkembang di China. Kemudian, China kembali mengizinkan lotre kembali pada 1987.

Sejak saat itu, lotre menjadi semakin popular di China. Pendapatan perkapita di China khususnya area perkotaan rata-rata mencapai USD1.900 setahun dan sekira USD600 di area pedesaan.

Sayang, di samping begitu populernya lotre di China, lotre pun menimbulkan sisi buruk yaitu memicu tingginya kriminalitas. Serta dianggap membuat sejumlah keluarga di China menjadi bangkrut dan miskin.

Bulan lalu, China membangun sebuah pusat semacam rehabilitasi untuk membantu warga yang terlanjur kecanduan lotre, berupa konseling dan bantuan hukum.(jri)

No comments:

Advertisement